Keris dan cangkul

Ada orang bila pegang keris berdiri bulu rom..nya. Bila pegang keris terketar-ketar kerana isinya. Saya pula bila nampak cangkul fikiran mula melayang, teringatkan zaman kanak-kanak dan remaja yang begelumang dengan cangkul sepanjang tahun untuk mendapatkan sesuap nasi bersama keluarga. Sebilah keris pusaka yang disayangi  di dinding rumah tidak mampu untuk mengemburkan batas, tak mampu juga untuk menggali parit ketika hujan lebat menenggelamkan anak-anak tembakau di sawah.  Namun tahyul Melayu memang hebat, keris adalah segala-galanya dalam kehidupan hingga mempu menjadi elemen pemurah rezeki, pemanis dan penunduk. Allah pengampun lagi maha penyayang.

2 Responses to “Keris dan cangkul”

  1. Babah Says:

    Molek benar tu cikgu, jika keris dipusakakan ke anak cucu, cangkul pun harus menerima nasib yang sama.Barulah anak cucu lebih beringat. Kalau simbol hammer and sickle (☭) itu pernah menyatukan manusia sebelah sana, kenapa tidak cangkul & keris dijadikan inspirasi anak melayu menguasai bukan sekadar politik tapi ekonomi juga. Perlu disertakan dengan iktikad yang satu itu….ke guano?

  2. Mohd Nasir Says:

    Molek sengoti hi hi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: