Bijak – padan muka

Teringat saya,  makcik-makcik bersembang kisah tahun 70an mereka. Bila berebut-rebut memasuki panggung wayang selalu ada yang ambil kesempatan meraba. Mereka tak kisah, sebab mereka dah sediakan “super nacet” dicelah-celah jari. Tukang-tukang raba tadi bila dah duduk di kerusi terasa pedih, ngilu dan sebagainya kerana rupa-rupanya lengannya dah kena tores.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: